About

Tentang Fana.Blog

Fana.Blog adalah blog yang mempunyai misi menjadi tempat singgah yang nyaman di tengah kesibukan dunia fana serta kepadatan dan pesatnya aliran informasi dunia maya.

Fana.Blog adalah blog tentang “terus melangkah” (keep moving forward) dan merasakan hadirnya diri di kehidupan dunia yang fana.

Fana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna:

‘dapat rusak, hilang, mati; tidak kekal’

Di tengah kesibukan aktivitas maupun banjir informasi saya ingin senantiasa tersadar bahwa kehidupan di dunia ini fana, akan berakhir. Karenanya dalam waktu singkat tersisa dan resources terbatas perlu memilih apa yang benar-benar penting.

Meski minimalism, mindfulness, declutter menjadi perhatian utama blog ini, saya tidak membatasi pada topik tersebut selama bisa berjalan beriringan.


Tentang Penulis Fana.Blog

Seorang suami, ayah, pembelajar, senang berenang, membaca, jogging, penikmat kopi, tertarik minimalism. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Aktivitas saat ini belajar di universitas kehidupan, blogger di Fana.Blog, dan project lainnya.

Pernah menikmati pendidikan formal di Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (lulus 2009) dan Graduate School for International Development and Cooperation Hiroshima University Jepang (lulus 2014).

Mulai mengenal minimalism secara alami saat kuliah di Jepang selama 2 tahun:

  1. Saat berangkat ke Jepang bawa banyak bawaan terutama pakaian. Ternyata hanya sedikit pakaian yang bisa dipakai di sana karena suhu di Hiroshima sepanjang tahun lebih sering (sangat) dingin ketimbang panas.
  2. Dapat warisan barang-barang bekas dari senior yang pulang ke Indonesia. Ternyata tidak semua barang yang saya terima saya perlukan, malah menghabiskan tempat di apato (bahasa Jepang apartemen) yang sempit.
  3. Buang sampah di Jepang rumit, ada harinya, ada kriteria sampahnya, mesti dipretelin, dan bisa jadi diminta bayar. Sehingga mesti menyeleksi barang yang dibawa pulang ke apato. Saya pun jadi hafal sampah yang ada di apato.
  4. Saat di Jepang membeli banyak barang. Saat pulang kesulitan mengepak, mengirim, dan membawa pulang barang ke Indonesia.

Namun minat saya pada minimalism dan yang terkait dengannya (mindfulness, declutter) benar-benar muncul saat membaca buku The Life-Changing Magic of Tidying Up yang review-nya ditulis di blog ini.

Dari membaca buku tersebut saya tersadar ada hal-hal di masa lalu, termasuk saat tinggal di Jepang selama 2 tahun, terlewatkan.

Meskipun selama kuliah di Jepang saya telah melakuan banyak hal, berusaha live life to the fullest, misalnya beraktivitas di:

  1. Hiroshima Islamic Cultural Center (HICC) sebagai Head of Islamic Activities serta koordinator dan pengajar Children Class.
  2. Keluarga Muslim Indonesia di Hiroshima (KMIH) sebagai Sekjen dan admin blog.
  3. Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang Komisariat Hiroshima (PPIH) sebagai anggota Divisi IT dan Publikasi.
  4. Higashi Hiroshima City Board of Education Japan sebagai Non-Japanese Staff Member ditempatkan di Takamigaoka Elementary School.

Namun ternyata tetap ada hal-hal penting terlewatkan karena ketidakfokusan pada yang benar-benar penting dan terlalaikan pada yang hanya menjauhkan diri dari yang penting tersebut.

Oleh karena itu saya berminat pada minimalism dan antusias berbagi pengalaman dan inspirasi.

Tentunya sebagai seorang muslim saya akan mengambil Al-Qur’an dan Hadits sebagai referensi utama, sesekali saya menuliskan ayat dan hadits di dalam tulisan yang saya buat.

Demikian perkenalan Fana.Blog dan penulisnya.

Iqbal – Fana.Blog


Subscribe

Join 54 other subscribers