Categories
Berhenti Sejenak

Bahkan Google Nyaris Kehilangan Google.com

Kisah aneh tetapi nyata pernah dialami Google.

Mungkin ini terdengar konyol aneh, tetapi Google sang raja search engine, internet giant, pernah hampir kehilangan nama domainnya: Google.com.

That’s right, Google nyaris kehilangan Google.com.

Siapa di sini tidak kenal Google? Mesin pencari andalan kita semua. Saat anak saya nangis saya perlihatkan gambar bunga atau kucing.. di Google.

Ya, mulai dari foto penguin atau panda imut hingga tutorial ekonometrika semua bisa dicari dengan Google. Sampai-sampai orang Indonesia menjuluki Google dengan sebutan ‘mbah Google’.

Ingin tahu sesuatu? Tanya mbah Google.

Google adalah perusahaan multinasional yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin di 1998.

Berkantor pusat di Mountain View, California, Amerika Serikat, Google bukan hanya dikenal sebagai mesin pencari melainkan juga penyedia layanan video streaming Youtube, email Gmail, blogging platform Blogger, peta Maps, dan banyak lagi.

Saya termasuk penggemar produk-produk Google karena produk-produk Google sangat berkualitas, meski tak sedikit produk Google mengalami akhir hayat alias mati.

Saat ini mesin pencari Google merajai dunia maya atau internet bahkan bisa dibilang memonopoli.

Hal ini terlihat jelas dengan betapa berpengaruhnya Google pada tindakan yang dilakukan para pembuat website atau blog di seluruh dunia.

Mereka berlomba-lomba muncul di halaman pertama pencarian Google untuk kata-kata kunci (keywords) yang mereka pilih dengan harapan berujung pada tingginya trafik atau pengunjung website atau blog mereka.

Strategi yang digunakan untuk masuk ke halaman pertama search engine disebut Search Engine Optimation (SEO).

Ada beberapa mesin pencari besar di dunia namun Google yang saat ini menjadi pertimbangan paling utama. Saat praktisi SEO ngomong SEO maka kemungkinan besar yang dimaksud SEO untuk masuk halaman pencarian Google.

Saat algoritma mesin pencari Google berubah maka para praktisi SEO di seluruh dunia pun segera mencari tahu apa yang berubah dan apa yang harus mereka lakukan.

Sebagian perubahan tersebut mudah ditemukan, tetapi sebagian lainnya menjadi rahasia Google yang akhirnya mesti diterka-terka oleh para praktisi SEO.

Dengan popularitas yang demikian global dan menjadi pemimpin di dunia maya saat ini tentu rasanya tak masuk akal jika Google lalai menjaga domain Google.com yang dimilikinya.

Faktanya Google pernah lalai menjaga domain Google.com dalam sebuah insiden yang terjadi pada September 2015 silam sehingga berhasil dibeli seseorang dengan harga murah, 12 dolar saja. Bahkan lebih murah dari harga domain Fana.Blog.

Sang pembeli adalah mantan pegawai Google bernama Sanmay Ved, yang menemukan domain Google.com dalam daftar domain yang dijual di Google Domain, layanan penjualan domain milik Google sendiri seharga 12 dolar.

Sambil tak percaya dia iseng membeli domain tersebut seharga 12 dolar dan ternyata berhasil!

Singkat cerita, Google pun menghubunginya dan membatalkan pembelian tersebut serta menawarkan reward atau hadiah kepada Sanmay Ved.

Disepakati hadiah tersebut sebesar $ 6.006,13, tentu bukan angka yang besar dibandingkan nilai sesungguhnya dari domain Google.com. Jumlah tersebut dipilih karena serupa dengan penulisan GOOGLE.

Rupanya Sanmay Ved memutuskan mendonasikan seluruh uang tersebut (wow!) maka Google pun menambah jumlah reward-nya.

* * *

Saya teringat kasus yang pernah dialami Google tersebut ketika baru-baru ini saya menemukan kesalahan di Fana.Blog yang menurut saya mestinya tidak terjadi.

Sebagaimana pernah diungkap pada tulisan lain di blog ini seluruh tulisan di Fana.Blog telah melalui quality control untuk memastikan tulisan yang dimuat sesuai dengan maksud dibuatnya blog ini.

Saya punya daftar atau list apa yang harus dicek. Berkali-kali. Bukan hanya tulisan dalam bentuk tampilan final, melainkan juga kode HTML-nya.

Well, ini dia.. kemarin saya sedang mengecek kode HTML dan ternyata menemukan ini:

Perhatikan baris ke 290 dan 294, ternyata ada kesalahan menulis ayat Al-Qur’an. Saya bermaksud menulis Surat Ali ‘Imran ayat 185 yang mestinya:

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.

Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan.

Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 185)

Tetapi salah tulis menjadi:

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.

Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 185)

Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan.

Ada kalimat yang terbalik urutannya.

Dan ini tampilan finalnya:

* * *

Ada dua hal yang menjadi concern atau perhatian saya. Pertama, ini ayat Al-Qur’an, jangan sampai salah tulis. Kedua, tulisan ini telah melalui quality control bukan hanya sekali. Saya membacanya berulang-ulang. Tetapi baru kemarin saya menemukan kesalahan ini.

Besar kemungkinan kesalahan tersebut terjadi saat saya menambah beberapa kalimat baru ke dalam tulisan/postingan tersebut melalui handphone tetapi tak sengaja jari saya menggeser block paragraf. Hal yang bisa terjadi saat menggunakan Gutenberg editor untuk mengedit tulisan di handphone.

Ternyata upaya penuh ketelitian yang telah dilakukan berkali-kali dapat berantakan dalam satu waktu saja.

Kesalahan tersebut mengingatkan kembali betapa manusia hanya bisa berusaha yang terbaik mencapai tujuan, adapun hasilnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menentukan.

Banyak hal dapat terjadi di sepanjang perjalanan.

Dalam case Fana.Blog, saya tak sengaja menggeser block paragraf sehingga merubah susunan kalimat ayat Al-Qur’an padahal sudah berkali-kali mengeceknya.

Sedangkan dalam case Google, salah satu perusahaan paling canggih di dunia yang ditenagai orang-orang pintar dari seluruh dunia ternyata bisa melakukan kesalahan aneh yang mestinya tak perlu terjadi.

Kadang seseorang ingin melakukan hal yang sempurna untuk satu hal meski dia bukan seorang perfeksionis. Seperti saya terhadap blog ini, ingin melakukan yang terbaik sebagai penyampai misi.

Saya menyisir kata demi kata sampai-sampai terasa lelah untuk menghasilkan tulisan baru. Semua ada di pikiran tetapi jadi tak mudah menuangkan ke tulisan karena standar yang saya buat sendiri.

Kesempurnaan hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan manusia hanya bisa berupaya melakukan yang terbaik dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Iqbal – Fana.Blog

2 replies on “Bahkan Google Nyaris Kehilangan Google.com”

Leave a Reply