Jakarta WordPress Meetup Desember 2019 at Go Work Jakarta (Fana.Blog)

Cerita Jakarta WordPress Meetup Desember 2019

Scroll down to content

Saat informasi acara Jakarta WordPress Meetup muncul di timeline dashboard WordPress saya segera mendaftarkan diri.

Ini laman reservasinya:

WPJKT Meetup #20: Menggali Potensi WordPress dan Prediksi Tren 2020

Saturday, Dec 7, 2019, 10:00 AM

GoWork Menara Rajawali – Coworking and Office Space
Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung, RT.5/RW.2 Jakarta, Da

147 WordPress Enthusiasts Went

Kami mengundang semua penggiat WordPress di Jakarta dan sekitarnya untuk hadir pada kegiatan rutin komunitas WordPress di Jakarta, yang berkolaborasi dengan Niagahoster. Judul: WPJKT Meetup #20: Menggali Potensi WordPress dan Prediksi Tren 2020 Waktu & Tempat: Sabtu, 7 Desember[masked]:00 – 12:00 WIB GoWork – Menara Rajawali Menara Rajawali, Ground…

Check out this Meetup →

Mengambil judul “WPJKT Meetup #20: Menggali Potensi WordPress dan Prediksi Tren 2020” pertemuan tersebut diselenggarakan pada 7 Desember 2019 di GoWork Menara Rajawali Jakarta menghadirkan 3 pembicara:

  1. Ivan Kristianto (Google Developer Expert, & WPJKT Meetup Organizer);
  2. Wayan Cahyono (Head of Product Niagahoster); dan
  3. Devin Maeztri (Polyglots, PerempuanWP, & Meetup Organizer).

Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas WordPress Indonesia dan disponsori oleh Niagahoster.

Sebenarnya sudah lama ingin datang ke acara WordPress yaitu WordCamp Jakarta tetapi belum kesampaian.

Baru kali ini benar-benar melangkahkan kaki ke acara sejenis meski bukan WordCamp melainkan Meetup.

Saya ingin berinteraksi dengan orang-orang yang sama-sama menyukai blogging atau memiliki misi yang sama.

Demi tidak datang telat saya mengusahakan tiba 1 jam sebelum acara. Acara jam 10 pagi, saya sudah tiba di Menara Rajawali jam 9 kurang sedikit.

Sepengamatan saya, saya orang pertama tiba di lokasi selain mas dan mbak Niagahoster yang sedang menyiapkan ruangan.

Di meja resepsionis saya bertemu mbak Putri dari Niagahoster yang sedang bersiap-siap. Saya dipersilakan menunggu di dalam.

Acara berlangsung di GoWork, sebuah coworking & office space yaitu tempat disewakan untuk bekerja baik sendiri maupun kolaborasi. Pengalaman saya datang ke tempat semacam ini waktu ke Point Lab Graha Pos Indonesia di Bandung.

Jakarta WordPress Meetup Desember 2019 at Go Work Jakarta (Fana.Blog)

Meski ada beberapa tenant hari itu ruangan sepenuhnya digunakan untuk acara Jakarta WordPress Meetup.

Saya duduk di salah satu space nyaman banget. Membuka laptop mengecek Fana.Blog sambil menikmati suasana yang masih sunyi.

Agak sedikit kuatir jangan-jangan nanti saya doang yang hadir karena sudah jam setengah 10 tetapi masih belum terlihat ada peserta lain.

Kekuatiran tidak beralasan karena untuk menambah ilmu dan wawasan kan tidak harus beramai-ramai meski jika beramai-ramai mungkin akan lebih semangat. Selain itu jumlah peserta mendaftar sudah mencapai target 150 orang plus waiting list-nya yang akan memperoleh tempat jika ada peserta mengundurkan diri.

Beberapa saat kemudian beberapa peserta mulai berdatangan. Ruangan GoWork mulai terlihat ramai.

Tak lama kemudian datang mbak Devin beserta Niels (suaminya) menyapa ramah orang-orang yang sudah hadir “halo!”.

Kemudian datang mas Ivan berkaos hitam bertuliskan WordPress.org menyapa ramah orang-orang.

Saya beranjak dari tempat duduk untuk melihat-lihat situasi. Sekilas melihat-lihat kemudian ada yang menyapa saya. “Dari mana mas?” tanyanya.

Dari Bekasi.” jawab saya.

Demi menuntut ilmu datang ke sini ya mas?” tanyanya lagi.

Iyah, dari mana mas?” saya balik bertanya.

Depok.” jawabnya.

Namanya Satrio, dia pemilik webdesign dan cloudhosting Technosatmedia. Begitu berkenalan kami langsung diskusi tentang Gutenberg dan Elementor. Obrolan langsung mengalir begitu saja.

Mas Satrio memperlihatkan salah satu website sekolah dikerjakannya menggunakan Elementor.

Tetapi yang sukses membuat saya terpana adalah ketika dia memperlihatkan skor Gtmetrix website Technosatmedia miliknya punya skor performa sempurna A (99%) Pagespeed & A (98%) YSlow:

Perpaduan ringannya theme dan cepatnya hosting digunakan. Dari pengalaman pribadi biasanya hanya bisa meraih Pagespeed sempurna saja sedangkan YSlow tetap rendah.

Saya mencoba mengujinya dengan Google Pagespeed Insight hasilnya mantap juga.

Tak lama kemudian para peserta dipanggil masuk ke dalam ruangan karena acara akan segera dimulai.

Kami memasuki salah satu ruangan yang sanggup menampung 150 orang.

Acara dimulai dan peserta menerima pemaparan para pembicara.

Jika diringkas inti yang disampaikan para pembicara antara lain:

  1. Mbak Devin menyampaikan peran komunitas dalam pengembangan WordPress dan akan diselenggarakannya event WordPress dalam waktu dekat yaitu WordCamp Asia 2020. Dia mengajak hadirin berkontribusi bagi WordPress.
  2. Mas Ivan menyampaikan fitur-fitur WordPress terkini.
  3. Mas Wayan menyampaikan masalah biasa dialami pengguna WordPress dan apa yang dilakukan Niagahoster untuk menanggulanginya.

Selesai sesi pemaparan ada sesi tanya jawab. Berhubung waktu sudah hampir habis sesi tanya jawab tidak memperoleh porsi cukup kalau menurut saya.

Tetapi tidak mengapa karena setelah itu ada… kuis berhadiah!

Sebelum ditutup ada kuis seputar WordPress dan Niagahoster berhadiah hosting paket personal gratis selama 1 tahun di Niagahoster.

Kuisnya tersedia online sehingga peserta perlu login untuk mengikutinya. Ada 50 orang login artinya saya berkompetisi dengan 49 orang lainnya memperebutkan hosting gratis.

Ada 10 soal perlu dijawab dengan benar dan cepat dan.. Alhamdulillah saya dinyatakan meraih peringkat pertama kuis tersebut karena menjawab paling sempurna sekaligus paling cepat.

Peringkat 1, 2, dan 3 dipanggil ke depan untuk foto dan menerima ucapan selamat.

source: meetup.com/Jakarta-WordPress-Meetup/photos/30581976/487188823/#487297800

Setelah itu acara ditutup foto bersama.

Untuk melihat foto-foto berlangsungnya acara silakan lihat di laman Meetup saya share di awal (https://www.meetup.com/Jakarta-WordPress-Meetup/events/266625759/).

Sebagai yang baru pertama mengikuti acara ini ada beberapa hal menarik saya temukan.

Pertama, ketika mas Ivan dan mbak Devin ditanya oleh seorang peserta akankah mereka berkenan hadir jika diundang ke acara di daerah, mereka menjawab bisa saja hadir.

Mas Ivan kemudian menambahkan, syarat kalau mau mengundang dia hanya 1, “jangan bayar saya!”. Dia bilang, kalau undang jangan tanya berapa fee-nya sebab kalau ditanya dia jadi tidak mau datang. Semangat berbagi yang layak ditiru bukan?

Kedua, WordPress adalah open source CMS (content management system) yang dibangun oleh coder dan noncoder di seluruh dunia. Setiap orang bisa berkontribusi membangun core, menemukan bugs, membuat plugin, menerjemahkan, membuat event komunitas dan sebagainya. Intinya banyak hal dapat dilakukan bersama-sama buat kemajuan WordPress.

WordPress kini telah membantu banyak orang menyalurkan passion hingga membangun bisnis. Perekonomian banyak orang di seluruh dunia terbantu adanya WordPress.

Fana.Blog sendiri menggunakan WordPress.

Itu semua memungkinkan melalui sarana kolaborasi orang-orang di berbagai penjuru bumi tanpa dibayar sepeser pun. Semuanya suka rela. Termasuk dalam penyelenggaraan event Jakarta WordPress Meetup tersebut, tak seorang pembicara pun dibayar.

Semangat inspiratif bukan?

Ketiga, tahun 2011-an hadir sebuah layanan free webhosting bernama Idhostinger yang merupakan webhosting asal Lithuania.

Idhostinger menyediakan layanan hosting gratis dengan spek lumayan. Nah, di website Idhostinger ada support forum untuk menanyakan maupun mengadukan permasalahan layanan Idhostinger.

Seingat saya di forum tersebut ada 1 orang Indonesia aktif dengan ID ‘wayan02’ dan foto profil Monkey D. Luffi One Piece. Penampilan profil terasa misterius tetapi senantiasa membalas pesan-pesan di forum.

Menurut saya banyak orang merasakan manfaat webhosting gratis tersebut terutama buat belajar WordPress atau CMS lainnya. Layanan hosting gratis Idhostinger kemudian dihentikan (dipindah ke 000webhost) dan berganti nama menjadi Hostinger Indonesia serta membangun brand Indonesia Niagahoster yang menjadi sponsor acara ini.

Selesai acara saya bertemu pemilik ID wayan02 yang menjadi pembicara di acara hari itu lalu kami foto bareng.

Oke, apa saya ada saran atau masukan serta kritik untuk pelaksanaan acara ini? Well, jujur saya tidak punya kritik untuk pelaksanaan acara tersebut baik kepada Komunitas WordPress Indonesia maupun Niagahoster, semuanya berjalan lancar, menyenangkan, dan memuaskan. Bahkan disediakan kopi dan snack gratis. I like coffee, especially when it’s free.

Saran saya ada, untuk sesi tanya jawab agar disiapkan semacam online form atau bisa juga melalui Whatsapp ke penyelenggara. Jadi penyelenggara bisa memilih pertanyaan-pertanyaan mana yang akan dijawab sekaligus membantu meringkas pertanyaan jika ada pertanyaan terlalu panjang.

Saya pernah melihat metode ini di beberapa event, misalnya Indonesia Industrial Summit 2019 di mana para hadirin dapat menulis pertanyaan yang kemudian akan diseleksi oleh panitia sehingga tidak perlu lagi ada yang mengangkat tangan untuk bertanya.

Sebenarnya saya sendiri ada beberapa pertanyaan tetapi belum sempat ditanyakan. Mestinya bisa menanyakan di sesi bebas/networking setelah acara ditutup tetapi saya sudah keburu pulang karena kangen istri dan anak yang menanti di rumah. So sweet.

Ini dia pertanyaan yang ada dalam pikiran saya yang tidak sempat ditanyakan (tidak semuanya relevan dengan topik Meetup):

Pertanyaan untuk Mbak Devin: (1) Apa Forum WordPressdotcom Indonesia memiliki moderator atau staf yang memonitor? Karena saya melihat perbedaan antara Forum WordPressdotcom Indonesia dengan Forum WordPressdotorg Indonesia yang terlihat lebih hidup. (2) Apa ada syarat khusus menjadi penerjemah WordPress?

Pertanyaan untuk Mas Ivan: (1) Sebagian orang menilai WordPress tidak efisien karena dimasukkan fitur-fitur yang tidak semua orang memerlukannya, bagaimana pendapat Mas Ivan tentang hal tersebut? (2) Bagaimana dengan Google PageSpeed Insight yang sepertinya sulit memperoleh skor 90-an baik desktop maupun mobile dengan menggunakan WordPress, apakah itu menjadi prioritas yang dibahas dikalangan WordPress developer?

Pertanyaan untuk Mas Wayan: (1) Saya penasaran apa ada alasan khusus mengapa —correct me if I am wrong (I don’t have the data) — lebih banyak perusahaan hosting terkemuka di Indonesia berkantor di Yogyakarta ketimbang di daerah lain? (2) Apa pelanggan hosting di Niagahoster perlu memakai Cloudflare untuk alasan security ataukah sudah ada built-in security di Niagahoster? (3) Bagaimana setting Litespeed Cache Plugin yang optimal dan apakah dengan menggunakan plugin tersebut tidak lagi diperlukan Cloudflare untuk mengurangi beban server?

Pertanyaan untuk Mr. Niels: (1) Mengapa Twenty Twenty Theme belum juga rilis untuk WordPressdotcom sementara di WordPressdotorg sudah dirilis? (pertanyaan ini saya tanyakan selesai acara kepada Mr. Niels yang kemudian berjanji akan menghubungi saya melalui email, beberapa hari kemudian WordPresdotcom menerima rilis default WordPress theme 2020 ini) (2) Mengapa WordPressdotorg tidak di-host di server Automattic seperti WordPressdotcom? (saya mengeceknya melalui Who Hosts This).

Baiklah, demikian pengalaman saya mengikuti Jakarta WordPress Meetup Desember 2019.

Iqbal – Fana.Blog

(update & quality control 27 Januari 2020)

5 Replies to “Cerita Jakarta WordPress Meetup Desember 2019”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: