Beberapa tahun lalu saya diminta bantuan menjadi content manager website Komunitas Sedekah Air oleh salah seorang inisiatornya.

Setelah menyanggupi tak lama kemudian saya mengundurkan diri.

Sebelum menceritakan alasannya mari mengenal Yayasan Sedekah Air dikutip dari website Kick Andy.

Muhammad Sowwam dan Muhammad Halley Yudhistira inisiator Komunitas Sedekah Air pernah diundang dalam talkshow mengundang orang-orang inspiratif tersebut.

Dua pria, Muhammad Sowwan dan Muhammad Yudistira adalah contoh orang yang melakukan perbuatan mulia. Melalui Komunitas Sedekah Air mereka telah membantu musholla dan masjid yang krisis air di 40 titik lokasi di seluruh Indonesia. Sowwan dan Yudistira yang berpendidikan tinggi dan hidup nyaman di Jakarta tergerak melakukan perbuatan mulia itu karena pengalaman pribadi. Saat itu Sowwan sering kali batal menunaikan sholat akibat di sebuah mushola yang ia datangi tidak ada air untuk berwudhu. Berbekal pengalaman itu, ia kemudian menghubungi teman-temannya untuk bergotong royong membuat pompa air untuk mushola dan masjid. Berawal dari satu mushola yang mereka bantu pengadaan air kemudian mereka ketagihan dan akhirnya tergerak membuat pengadaan air untuk mushola dan masjid yang krisis air di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, mereka bahkan juga membangun sanitasi air untuk pondok pesantren.

Source: web Kick Andy (ada salah tulis nama mestinya Sowwam bukan Sowwan)

Saya teman kuliah kedua inisiator Komunitas Sedekah Air yang sekarang menjadi Yayasan Sedekah Air tersebut.

Kami sama-sama lulusan S1 Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Sowwam kemudian lanjut kuliah S2 di Prancis sedangkan Yudhis S3 di Jepang.

Sekarang saya akan ungkap alasan kenapa mengundurkan diri setelah sebelumnya menyanggupi jadi content manager website Sedekah Air yang saat itu baru dibikin.

Saya, Sowwam, Yudhis, dan beberapa alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia gabung di group Whatsapp yang sangat random baik nama groupnya sering berubah sesuka hati maupun topik bahasannya kadang ngalor ngidul kadang bahas topik serius semisal perekonomian Indonesia dan karir.

Isi groupnya beragam karakter, ada tukang bikin puisi cinta ala sufi, pengusaha toko online, pendiri Selasar.com, dosen, blogger, pegawai bank syariah, dan lain-lain.

Kalau hanya melihat obrolan di group random tadi rasanya tidak akan menduga sebagian anggotanya ternyata akan mudah bergerak buat aktivitas survei daerah target bantuan Sedekah Air.

Ada yang meminjamkan mobil buat menempuh jalanan belok becek misalnya.

Mereka berkumpul di hari libur di tempat janjian setelah itu berangkat ke lokasi.

Kegiatan dilakukan mulai dari cara sederhana hingga menggunakan tes geolistrik.

Aktivitas tersebut terdokumentasikan di Facebook dan obrolan group Whatsapp. Tugas sebagai content manager sebenarnya mudah, mengumpulkan informasi terserak tadi dan menyajikannya di website.

Well, saat itu saya merasa minder dengan aktivitas Sedekah Air terlalu konkret. Sedangkan saya belum pernah ikut sama sekali survei lokasi.

Oke, alasan absurd dan tentu saja dengan menjadi content manager sebenarnya bisa turut berkontribusi.

Baiklah, sebenarnya dalam tulisan ini saya hanya ingin menceritakan apa adanya tentang kiprah Komunitas Sedekah Air dan ingin menulisnya di Fana.Blog sebagai apresiasi.

Kesibukan para pengurusnya sehari-hari tidak menyurutkan langkah kaki mereka dan menyediakan waktu terjun langsung ke daerah-daerah kekurangan air di seluruh Indonesia. Masya Allah, itulah kekuatan super mereka, mengutamakan apa yang penting dalam meraih tujuan hidup yang sejati.

Jika ada kelebihan harta dan tenaga, Sedekah Air highly recommended menjadi tempat menyalurkannya. Silakan kunjungi website Sedekah Air dan Facebooknya. Silakan lihat sendiri apa yang mereka kerjakan.

Iqbal – Fana.Blog

(update & quality control 27 Januari 2020)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: