Kucing itu tetap rebahan santai di lantai. Padahal sang tuan rumah sudah duduk di atas motor menghidupkan mesinnya.

Klakson ditekan tetapi sang kucing diam anteng entah apa di benaknya, mungkin sedang berada di pantai atau asyik makan sushi tuna.

Sang pemilik motor mulai membawa motornya ke depan seakan hendak menggilas makhluk berbulu di depannya.

Menakuti agar dia kabur berlari tetapi tak juga berhasil. Padahal pemilik rumah perlu keluar rumah tetapi ada kucing menghalangi jalan.

Sang kucing terlalu malas bergerak meski sudah ditakut-takuti.

Demikian sekelumit cerita pengalaman disampaikan seorang ustadz dalam ceramah tarawih di Masjid Al Azhar Jakapermai Bekasi. Saya lupa nama ustadznya, sayang sekali.

Kucing Kocheng (Fana.Blog)

Beliau melanjutkan, upaya menakuti sang kucing menemui kegagalan. Kenapa? karena setiap hari beliau memberi kucing itu makan.

Makanya si kucing menjadi jinak terhadapnya dan punya rasa trust yang tinggi bahwa tuannya yang selama ini memberinya makan tidak akan benar-benar mencelakakannya. Tidak akan benar-benar melindasnya.

Seekor kucing bisa memiliki trust kepada tuannya.

Trust yang mungkin bisa ditiru manusia yang setiap hari diberi rizki oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar tidak pernah merasa ragu dan waswas ketika menemui ujian kehidupan akankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkannya.

Iqbal – Fana.Blog

(update & quality control 27 Januari 2020)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: