Buku Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia (Fana.Blog)

Review Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia

Scroll down to content

Judul buku ini mengundang saya meraihnya dari rak toko buku yang sedang saya kunjungi, Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia.

Rasa penasaran itu tidak lepas dari antusiasme pada buku The Life-Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo dan pembahasan mengenai minimalism yang telah banyak menginspirasi saya.

Saat pertama terinspirasi buku Marie Kondo dan topik minimalism saya terdorong mencari-cari komunitas pembaca buku Marie Kondo, komunitas penggemar minimalism, atau komunitas-komunitas sejenis di internet, namun tidak berhasil menemukannya.

Maka ketika sedang berjalan-jalan di toko buku dan menemukan buku berjudul Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia saya tergerak mengambilnya.

Tulisan di cover belakang menyebut adanya Gemar Rapi, ‘Gerakan Menata Negeri dari Rumah dan Pribadi’ dibentuk oleh Khoirun Nikmah dan keempat rekannya hadir menjawab persolan berbenah di Indonesia.

That’s cool! Ternyata ada komunitas keren seperti itu.

Para penulis buku Gemar Rapi, sebanyak 5 orang, terinspirasi metode KonMari yang diajarkan Marie Kondo.

Meski begitu buku ini menyajikan hal berbeda dengan metode KonMari sebagaimana disebut dalam judulnya, menyajikan cara berbenah khas Indonesia.

Dalam tulisan ini saya akan mereview buku Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia yang akan disampaikan dalam beberapa bagian:

1.Tentang Para Penulis Buku Gemar Rapi
2. Alasan Menulis Buku Gemar Rapi
3. Metode Berbenah Gemar Rapi
4. Kesan dan Kesimpulan: Buku Padat Berisi

Update: saya menemukan blog salah seorang penulis buku ini yaitu Khoirun Nikmah di khoirunnikmah.com dan memintanya mengecek detail review ini, menurutnya sih sudah sesuai.

* * *

1. Tentang Para Penulis Buku Gemar Rapi

Buku ini memberi porsi khusus menceritakan para penulisnya.

Dari halaman 16 hingga 71 atau sebanyak 56 halaman dari total 186 halaman buku ini, yang berarti 30 persen buku ini, bercerita latar belakang kelima penulis.

Menurut saya bagian ini memang penting untuk membawa pembaca memahami latar belakang kehidupan para penulis yang mendorong mereka gemar berbenah.

Secara pribadi saya merasa ada kemiripan antara pengalaman beberapa penulis buku ini dengan pengalaman yang saya alami yang mendorong saya menjadi seorang (self-proclaimed) KonMari enthusiast dan minimalist enthusiast.

Buku ini ditulis oleh 5 orang penulis 3 di antaranya pernah merasakan kuliah di luar negeri yaitu 2 orang di Jepang 1 di Australia. Dari kelima orang penulis 4 di antaranya sepasang suami-istri.

(1) Aang Hudaya

  • Sejak lahir hingga kini sudah puluhan kali pindah rumah karena itu keluarganya tidak terlalu banyak memiliki barang atau perabotan.
  • Mulai menyenangi kerapian sejak beranjak remaja.
  • Mengenal metode 5S/5R saat mengikuti program beasiswa Beastudi Etos Dompet Dhuafa. 5S/5R adalah seni menata ruangan dari Jepang dengan prinsip Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin) yang populer diterapkan di lingkungan industri dan perkantoran.
  • Menikah dengan Khoirun Nikmah yang juga senang berbenah dan kerapian.
  • Tahun 2017 mengenal metode KonMari setelah mencari beberapa sumber di internet tentang penataan barang yang efektif.

(2) Khoirun Nikmah

  • Sejak kecil senang berbenah. Karena senang berbenah pernah dipanggil beberapa orang untuk merapikan rumah mereka.
  • Mendapat teladan beres-beres dari seorang sahabat di masa SD dan neneknya.
  • Belajar 5S/5R saat mengikuti program Beastudi Etos Dompet Dhuafa.
  • Setelah menikah tetap suka berbenah namun bertambahnya perabotan membuatnya mulai merasa lelah.
  • Mengenal metode KonMari dari buku Marie Kondo yang dibeli suaminya (Aang Hudaya) dan merasa menemukan sosok masa kecilnya di buku itu.
  • Tahun 2018 menulis buku KonMari Merubah Hidupku.

(3) Achmadi Bambang Sulistiyono

  • Pernah kuliah di Jepang bersama istrinya (Wanginingastuti Mutmainnah), di sana menemukan bahwa kerapian harus diusahakan sendiri tanpa mengganggu produktivitas.
  • Di Jepang para diaspora Indonesia sering mewarisi barang atau perabotan rumah tangga layak pakai.
  • Menemukan masalah yang harus dihadapi para diaspora Indonesia saat menjelang kepulangan ke tanah air: mewariskan perabotan yang tidak mungkin dibawa ke Indonesia; memilah, memilih, dan mengemas barang yang akan dibawa pulang; membuang barang-barang; mengembalikan kondisi apato (tempat tinggal) seperti keadaan semula sebelum ditempati.

(4) Wanginingastuti Mutmainnah

  • Tahun 2012 mendapat beasiswa dari pemerintah Jepang untuk sekolah S-2 (2 tahun) dan S-3 (3 tahun) di Jepang.
  • Selama 5 tahun di Jepang sering tertarik membeli barang karena sistem yang menjamin kenyamanan dan kemudahan orang berbelanja maupun barang-barang yang dijual di sana unik-unik.
  • Saat menjelang kepulangan ke tanah air kesulitan mengemas barang.
  • Di masa berkemas tersebut menemukan resensi buku metode KonMari oleh Dee Lestari.
  • Kesulitan juga dirasakan saat barang yang dikirim melalui pos dan memerlukan biaya tinggi tiba di Indonesia ternyata jadi menumpuk di rumah.

(5) Putriana Indah Lestari

  • Saat kecil hingga dewasa memperoleh fasilitas memadai dari orang tuanya. Lama kelamaan barang-barang mulai menumpuk.
  • Menikah dengan seorang minimalis dan rapi.
  • Bersama suami memperoleh beasiswa kuliah di Australia.
  • Di sana barang-barang kembali menumpuk.
  • Mulai peduli dengan barang-barang yang dimiliki dan kerapian.
  • Mulai peduli pada berapa banyak sampah telah dihasilkan.

2. Alasan Menulis Buku Gemar Rapi

Terinspirasi metode KonMari di Agustus 2017 kelima orang tersebut membuat Komunitas KonMari Indonesia (KKI) dengan seizin KonMari Inc.

KKI menyelenggarakan kelas online menggunakan group WhatsApp.

Selama menjalankan KKI para penulis mendapati kegalauan beberapa orang yang mengikuti kuliah online ataupun pada kesempatan lainnya, ternyata tidak semua orang merasa cocok dengan metode KonMari.

Saya sendiri termasuk yang merasa cocok dengan metode tersebut meski tidak menerapkan keseluruhannya.

Di 2018 KonMari Inc. mengirim surat agar KKI menghentikan seluruh kegiatan komunitas karena untuk menyebarkan metode KonMari ke khalayak ramai harus ada yang menjadi KonMari Certified Consultant (KCC) terlebih dahulu.

Untuk memperoleh lisensi KCC memerlukan biaya tidak murah. Para pendiri memilih membubarkan KKI.

Momen tersebut dimanfaatkan KKI berubah menjadi Gemar Rapi singkatan dari ‘Gerakan Menata Negeri dari Rumah dan Pribadi’.

Para pendiri Gemar Rapi kemudian merancang metode bersih-bersih yang diharapkan dapat lebih mudah diterapkan masyarakat Indonesia.

Mereka pun menulis buku Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia.

* * *

3. Metode Berbenah Gemar Rapi

Gemar Rapi menyajikan 5 metode berbenah:

  • Metode 1: pembentukan mindset, pendekatan spiritual, perubahan habit.
  • Metode 2: personalized, potensi individu, ramah anak.
  • Metode 3: faktor kesehatan, menghargai perasaan.
  • Metode 4: safety first, aman kondisi, aman perbuatan.
  • Metode 5: sustainable, rumah ramah alam, tidak mencemari lingkungan, less waste, tidak konsumtif.

Prinsip Gemar Rapi adalah RASA yang merupakan singkatan Rapi & Teratur, Aman & Nyaman, Sehat & Bersih, Alami & Berkelanjutan.

Gemar Rapi membagi urutan berbenah ke dalam 3 klaster:

  • Klaster 1: dapur, pakaian, buku.
  • Klaster 2: dokumen/kertas, mainan, benda kenangan.
  • Klaster 3: kamar tidur, ruangan lainnya, toiletries, toilet, kamar mandi, halaman.

* * *

4. Kesan dan Kesimpulan: Buku Padat Berisi

Kesan didapati saat membaca buku ini: padat berisi.

Ada penjelasan singkat metode-metode berbenah lainnya yang jika ingin mencobanya bisa langsung mencobanya karena di buku ini metode-metode tersebut diuraikan secara ringkas dan jelas.

Metode-metode dimaksud yaitu Packing Party, Mins Game, KonMari, Swedish Death Cleaning, Four Box Method, One Method, The Backwards Hanger, Drawer Rotation, 90/90 & 20/20 Rule, dan Project 333 Capsule Wardrobe.

Apa saya merekomendasikan buku ini?

Ya, karena buku ini memperkaya referensi beres-beres dan mungkin juga metode di dalamnya lebih cocok bagi pembacanya.

Manapun itu metode berbenah yang baik adalah yang membuat semangat merapikan.

Menurut saya uang yang dikeluarkan membeli buku ini insya Allah tidak sia-sia karena bisa jadi dengan membaca buku seperti ini malah kedepannya bisa menjadi lebih efisien dalam membelanjakan uang. Setidaknya itulah yang saya rasakan.

Iqbal – Fana.Blog

(update & quality control 27 Januari 2020)

2 Replies to “Review Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: