Categories
Berhenti Sejenak

Menghafal Al-Qur’an Pekerjaan Seumur Hidup

Kapan masa terbaik menghafal Al-Qur’an?

Saat pertama memperoleh cerita program karantina menghafal Al-Qur’an selama sebulan di media sosial saya bertanya-tanya, menghafal Al-Qur’an selama sebulan, apa mungkin?

Bukan ragu melainkan lebih ke penasaran.

Well, memang Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjamin terpeliharanya Al-Qur’an dan menjanjikan memudahkan Al-Qur’an yang konsekuensinya akan ada banyak sekali orang di dunia ini dari dahulu, kini, dan akan datang menghafal Al-Qur’an.

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an,

dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (Al-Qur’an Surat Al-Hijr ayat 9).

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan,

maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Al-Qur’an Surat Al-Qamar ayat 17).

Dengan banyaknya orang menghafal Al-Qur’an keaslian Al-Qur’an akan terjaga dan sulit memalsukan Al-Qur’an karena pasti ketahuan.

Sementara itu pengajaran Al-Qur’an akan terus berkembang dari satu tempat menyebar ke tempat lainnya. Hingga akhirnya Al-Qur’an telah menyebar ke berbagai penjuru bumi seperti saat ini.

Janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti akan ditepati Nya, itulah yang wajib diyakini setiap muslim. Percaya kepada janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pertanyaannya apakah dengan janji Allah bahwa Al-Qur’an mudah dihafal lantas bisa diselesaikan dalam waktu singkat apalagi sebulan?

Pertanyaan selanjutnya bukankah menghafal akan lebih mudah jika dilakukan sejak masih kanak-kanak karena pikiran masih jernih.

Sebagaimana tidak merasa kesulitan menghafal Surat Al-Fatihah dan beberapa surat pendek saat masih kanak-kanak ya kan?

Maka bagaimana dengan usia dewasa yang sudah banyak sekali hal dipikirkan?

Kemudian bagaimana dengan kesibukan yang selama ini menyita waktu, apa mungkin bisa menghafal 30 Juz Al-Qur’an?

Dalam tulisan ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman istri saya mengikuti program karantina menghafal Al-Qur’an selama sebulan.

* * *

1. Pekerjaan Seumur Hidup

Februari 2018 istri saya mengikuti program menghafal Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional.

Sebagaimana dikutip dari websitenya (www.hafalquransebulan.com) yayasan tersebut merupakan buah pemikiran guru dan murid yakni Ust. Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I. Al-Hafizh dan Ust. Yadi Iryadi, S.Pd. Al-Hafizh untuk membumikan Al-Qur’an.

Berdiri sejak 2014 yayasan tersebut bergerak di bidang pendidikan dan akselerasi menghafal Al-Qur’an 30 Juz melalui sistem karantina, ditunjang metode Yadain Litahfizhil Qur’an di bawah bimbingan penasehat pakar Qira’at Asyrah Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad, M.A., Al-Hafizh.

Yayasan tersebut kemudian menjadi Pusat Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional dengan jumlah 94 Mitra/Cabang (Maret 2020) tersebar di Indonesia dan Malaysia.

Dengan membulatkan tekad, istri saya mengikuti program tersebut selama 2 pekan dari rekomendasi program 1-3 bulan.

Maklum saat itu kami baru menikah sehingga saya hanya bisa memberi izin 2 pekan saja, itu pun 1 pekan ikut karantina, 1 pekan pulang, 1 pekan ikut karantina lagi, sebaiknya sih 1 bulan penuh tanpa pulang.

Saya sendiri belum bisa ikut meski tertarik karena ada pekerjaan belum bisa ditinggalkan.

Selama dua pekan tersebut jadwal istri saya sangat teratur. Pusat Karantina Tahfizh Al-Qur’an punya jadwal harian dan peraturan standar diberlakukan di seluruh mitra/cabang.

Selama mengikuti program menghafal para peserta karantina tidak diperkenankan memegang handphone kecuali di hari Jumat yang merupakan hari refreshing.

Setelah dua pekan menghafal alhamdulillah istri saya berhasil menghafal sebanyak 5 Juz Al-Qur’an. Hal yang belum pernah terpikir oleh kami sebelumnya.

Ternyata peserta yang benar-benar mengikuti sampai 1 bulan penuh sanggup menghafal lebih banyak lagi.

Pengalaman tersebut menjadi bukti memang benar Al-Qur’an bisa dihafal dalam waktu tidak terlalu lama selama memang disediakan waktu khusus.

Pertanyaan pertama telah terjawab menghafal Al-Qur’an 30 Juz dalam waktu singkat memang bisa.

Hanya saja perlu dipahami mempertahankan hafalan Al-Qur’an pekerjaan seumur hidup.

Artinya seseorang yang sudah hafal dapat dengan mudah berkurang hafalannya jika lalai merutinkan menghafal serta jika terlalu banyak bermaksiat.

* * *

2. Kapan Masa Terbaik Menghafal Al-Quran?

Pertanyaan selanjutnya bagaimana jika sudah berusia dewasa bukankah menjadi lebih sulit menghafal jika dibandingkan saat masih kanak-kanak dahulu?

Di awal perkenalan program menghafal para peserta karantina mendapat kuis terdiri dari beberapa soal.

Sepulang karantina istri saya memperlihatkan kuis tersebut salah satu soalnya kira-kira begini: kapan waktu terbaik menghafal Al-Qur’an?

Pilihan jawabannya kira-kira: usia kanak-kanak, usia pemuda, usia tua, semacam itu karena saya tidak hafal secara akurat soal tersebut, tetapi ada satu pilihan jawaban tak terduga dan itulah jawaban benar:

‘saat ini’

Ya, benar, jawabannya adalah ‘saat ini’.

Membaca soal dan jawaban itu membuat hati tergetar: benar juga!

Jujur di hati ada penyesalan kenapa ya dahulu waktu masih kanak-kanak belum banyak tanggung jawab, belum banyak pikiran, belum banyak hal perlu diurusi, tidak menghafal Al-Qur’an saja?

Tetapi pertanyaan ‘kenapa ya’ tersebut tidak berguna. Karena waktunya sudah lewat, karena masa kanak-kanak sudah berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Penyesalan kenapa tidak menghafal dari dahulu biarlah menjadi cambuk penyemangat jika punya anak maka akan berusaha memotivasi dan memfasilitasi mereka menghafal Al-Qur’an.

Adapun masa kanak-kanak sudah selesai dan hari ini kesempatan emas bagi saya.

Yang bisa dilakukan saat ini segera mulai menghafal saat ini juga.

Dari hasil menelaah buku-buku cara menghafal Al-Qur’an pun didapati kisah-kisah penghafal Al-Qur’an yang sudah bukan kanak-kanak lagi.

Seperti misalnya di buku Karantina Hafal Al-Qur’an Sebulan.

Syaikh Duraid Ibrahim Al-Mosuli penulis buku Hafal Al-Qur’an Semudah Al-Fatihah menghafal Al-Qur’an ketika beliau menjadi mahasiswa.

Senada dengan penulis buku di atas, Mulyo Nugroho Sarwoto penulis buku Jadikan Rumahmu Rahim Penghafal Al-Qur’an: 5 Langkah Hafal Al-Qur’an Metode Mata Hati – Pengalaman Keluarga Mulyo Mendidik 7 Anak Hafidz juga mulai menghafal ketika beliau menjadi mahasiswa.

Harapan itu ternyata masih ada.

* * *

3. Saat Merasa Tak Mampu Menghafal 30 Juz Al-Qur’an

Sebagaimana disampaikan di awal tulisan dengan kondisi serba disibukkan ini itu apa mungkin bisa menghafal Al-Qur’an 30 Juz?

Memang di buku-buku maupun video-video cara menghafal Al-Qur’an akan didapati cara disebut paling mudah sekalipun memerlukan komitmen tingkat tinggi dibuktikan dengan kesungguhan dan konsistensi (istiqomah).

Tanpa itu tak ada satu pun cara mudah bakal benar-benar ampuh.

Di program karantina menghafal Al-Qur’an melalui hari demi hari akan terasa berat jika seseorang tidak benar-benar bertekad kuat menghafal.

Namun tentu saja sebagian orang termasuk saya menjumpai kesibukan dunia terasa melelahkan. Sehingga memberikan komitmen level tinggi agar dapat menjadi penghafal Al-Qur’an 30 Juz menjadi terasa sangat berat.

Makanya kemudian banyak yang menyerah, menjadikan kesibukan sebagai alasan.

Padahal sebenarnya perlu menginvestigasi sejauh mana telah berusaha.

Untuk mengetahuinya hendaknyao bertanya kepada diri sendiri dan menjawab dengan jujur:

Selama setahun terakhir ini berapa pertambahan hafalan ayat Al-Qur’an?

Sudah bertambah 100 ayat?

Sudah bertambah 50 ayat?

Sudah bertambah 10 ayat?

Jika jawabannya ‘belum’ semua maka patut curiga bukan kesibukan yang bikin tidak bisa menghafal 30 Juz Al-Qur’an melainkan tidak mau mencoba.

Banyak hal luar biasa dapat dilakukan manusia, mendaki gunung tinggi, berenang melintasi sungai, lari marathon, memanjat gedung tinggi. Secara logika sekadar menghafal minimal 100 ayat pertahun mestinya bisa dilakukan seorang muslim.

Sayangnya tak sedikit yang ketika merasa tak bakal mampu menghafal keseluruhan Al-Qur’an kemudian tidak mau menghafal sama sekali.

Padahal yang paling penting adalah mencoba dan berproses. Sebab menghafal Al-Qur’an pekerjaan seumur hidup.

Saat seseorang baru mulai menghafal barangkali akan merasa berat atau bosan, terbebani. Bisa juga menjadi terlalaikan oleh urusan lainnya. Jika demikian maka harus senantiasa mengingat kembali tujuan menghafal yaitu agar menjadi hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang termasuk dalam golongan pencinta Al-Qur’an.

* * *

4. Penutup: Pekerjaan Seumur Hidup, Saat Ini, Mari Buktikan

Sebagai penutup saya rangkai intisari dari tulisan ini:

(1) Menghafal Al-Qur’an pekerjaan seumur hidup.

(2) Masa terbaik menghafal Al-Qur’an saat ini.

(3) Jika merasa sulit menghafal 30 Juz mari buktikan telah berusaha menghafal dengan bertambahnya jumlah ayat dihafal bersama berlalunya waktu. Karena menghafal Al-Qur’an pekerjaan seumur hidup.

Iqbal – Fana.Blog

Leave a Reply